Di tengah keterbatasan, DPD APTRI  Nusantara 11 terus menggerakkan organisasi

Di tengah segala keterbatasan perangkat keorganisasian yang dimiliki DPD APTRI Nusantara 11 terus secara konsisten menggerakkan roda organisasi. Rapat bulanan pengurus adalah agenda organisasi yang terus mampu dilaksanakan. Rapat bulanan ini dilaksanakan tidak di kantor organisasi tapi di rumah rumah pengurus secara bergiliran. Selain keterbatasan logistik organisasi, rapat bulanan dengan model seperti ini bertujuan untuk memperkuat jaringan dan mempererat silaturahmi antar pengurus.

Isu-isu yang dibahas juga bermacam-macam mulai dari isu lokal sampai isu nasional. Menurut ketua DPD APTRI Nusantara 11, Budi Susilo, menjadi petani sekarang ini harus “melek” terhadap kebijakan dan hal-hal yang terkait dengan pergulaan. “Selain tetap mengurus sawah, petani zaman now juga harus mengerti tentang isu-isu terkini seputar pertebuan dan pergulaan nasional dan lokal. Karena hal itu juga sangat berkait dengan kesejehteraan petani ke depan” ujarnya. Budi menambahkan, Buta terhadap kebijakan dan semua isu tentang pergulaan dan pertebuan menjadikan petani terus dibodoh-bodohi.

Hal senada juga disampaikan M Ridwan Anshori, Sekretaris DPD APTRI Nusantara 11 “Misal soal lelang gula rafinasi, meski ini isu nasional dan bernuansa ekonomi politik tingkat tinggi, petani harus mengerti persoalan ini atau paling tidak tahu. Karena ujungnya adalah kalo soal gula rafinasi ini terus menerus terjadi perembesan ke pasar maka gula petani yang akan menjadi korban. Gula menjadi tidak laku dan harga sulit untuk naik.”

“Karena itu rapat bulanan seperti ini menjadi penting untuk menyampaikan dan membahas tentang segala isu yang ada, selain sebagai sarana keorganisasian dan silaturahmi” ujar Ridwan.

Leave a Reply