50 Tokoh Petani Tebu (APTRI )se-Jawa Gruduk Kantor Mendag dan Mentan

Tokoh petani tebu se-Jawa hari ini selasa 08 Mei 2018 mendatangi kantor Menteri Perdagangan untuk menyampaikan aspirasi petani tebu dari berbagai daerah di Jawa. Rombongan dipimpin oleh Ketua Dewan Pengawas DPN APTRI Dwi Irianto Suprihatmoko. Menurut Dwi kedatangan rombongan ke Kantor Mendag untuk menyampaikan banyak permasalahan yang dihadapi oleh Petani Tebu, apalagi sekarang sudah masuk musim giling.

Rombongan tokoh petani tebu tersebut diterima oleh Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih, sedangkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sedang tidak berada ditempat dan menurut Karyanto Suprih, pak menteri sedang keliling keluar kota.

Dwi menyampaikan BPP (Biaya Pokok Produksi) gula tani di Indonesia saat ini rata-rata sebesar Rp. 10.932,-. Untuk rendemen rata-rata di Indonesia 3 tahun terakhir berkisar diangka 6 s/d 8 atau rata-rata 7%. Para Tokoh Petani tebu juga menyatakan bahwa menurut perhitungan petani HPP gula tani saat ini harusnya sebesar Rp. 12.000/kg.

Untuk besaran HPP, sebelumnya Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) telah mengirim surat usulan HPP Gula Petani dengan BPP sebesar Rp. 11. 932 dan usulan HPP sebesar Rp.12.025/kg kepada Menteri Pertanian yang ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Kepala Staf Kepresidenan, Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, Dirjen Perkebunan Kementan dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag berdasarkan Surat DPN APTRI No. 05/DPN.APTRI/IV/2018 tanggal 30 April 2018, menurut Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikoen.

Dwi mengatakan adanya kesenjangan yang sangat jauh antara harga gula giling raw sugar ex import dan gula tani dari giling tebu, mengingat jika PG menggiling raw sugar dari impor HPP nya jauh lebih rendah dari menggiling tebu petani, yakni sebesar k/l Rp 6000/ kg sedangkan BPP gula tani Rp 10.932/kg sehingga perlu proteksi harga gula tani oleh pemerintah agar petani tidak mengalami kerugian. Mengingat sudah 3 tahun terakhir ini Petani mengalami kerugian. Proteksi harga gula tani diusulkan dibebankan ke Importir Raw Sugar/ PG yang mendapat jatah Raw Sugar, artinya PG yang mendapat jatah Raw Sugar import (baik GKR dan GKP) harus membeli gula tani sesuai dengan HPP gula tani senilai Rp. 12.025,-/kg. Pernyataan Dwi tersebut diamini oleh semua tokoh petani yang hadir.

Setelah selesai menemui kementerian perdagangan, rombongan melanjutkan ke kementerian pertanian dan bertemu dengan Direktur Tanaman Semusim Dr. Ir. Agus Wahyudi, mengingat Dirjen Perkebunan sedang berada di Riau. Dalam pertemuan tersebut para tokoh petani tebu juga menegaskan bahwa BPP Gula Tani saat ini sebesar Rp. 10.932/kg dan HPP Gula petani sebesar Rp. 12.025/kg, hal tersebut sama seperti usulan yang telah disampaikan DPN APTRI kepada pemerintah. Dan bagi hasil ( BH ) direfisi menjadi 80 % bagihan petani dan 20 % bagihan pabrik karna sejak th 1976 sd th 2017 BH 66% bag petani dan 34% bag PG belum ada refisi sementara situasi dan kondisi sudah jauh berbeda.

Dalam pertemuan dengan kemendag maupun kementan, para tokoh petani tebu se Jawa juga mendesak agar pemerintah segera menetapkan HPP gula.

Dwi juga mengatakan penghasilan petani tebu saat ini sangat minim dan masih dibawah UMR disetiap daerah masing-masing. Dwi berharap th 2018 gula petani bisa di beli oleh penerima fasilitas import raw sugar guna memproteksi petani dengan harga di atas Biaya Produksi Petani sehingga dapat meningkatkan penghasilan petani agar petani tebu lebih sejahtera.

Indonesia mustahil bisa swasembada gula jika petani tebu masih belum sejahtera. Dan petani tebu belum sejahtera karena pendapatanya masih dibawah UMR . Dwi mewanti-wanti agar pemerintah serius memperhatikan petani tebu, jika tidak maka banyak petani tebu yang enggan lagi menanam tebu. Dwi menutup pernyataanya bahwa tahun ini Pemerintah harus mendengarkan aspirasi Petani.

Foto Tokoh Petani Tebu menyampaikan aspirasi di Kementerian Perdagangan

Foto bersama Tokoh Petani Tebu dengan Sekjen Kementerian Perdagangan

Foto Tokoh Petani Tebu menyampaikan aspirasi di Kementerian Pertanian

Leave a Reply